Tenang, Perlahan dan Nikmati !

January 15, 2013

Tenang, perlahan dan nikmati !!! Tiga kata kunci inilah yang membuat nilai di buku mutaba’ahku agak sedikit mengecewakan pada awalnya. Tiga kata kunci inilah yang selalu di tekankan dan dikatakan berulang – ulang oleh pembimbing kami menghafal al-Quran. Dan tiga kata kunci inilah yang menjadi kunci bisa merasakan nikmatnya berinteraksi dengan Al-Quran.
Awalnya sebelum pindah ke tempat tahfidz yang sekarang, aku membaca dan menghafal Al-Quran dengan metode membaca cepat. Karena selain waktu luangku yang terbatas, kemampuan ingatan yang bisa dibilang “STDBGT” alias standar banget, belum lagi target setoran yang harus dipenuhi setiap minggunya, membuat aku merasa bahwa membaca cepat lebih efektif. Selain itu model membaca seperti ini juga dipakai oleh hampir semua teman yang sama – sama mengikuti program menghafal Quran. tapi ternyata setelah pindah tempat tahfidz di bumi bojonggede, 100% beda. Semua murid membaca hafalannya dengan bacaan yang tartil. Alhasil berulang – ulang ustadz memukul meja perlahan untuk menghentikan bacaanku dan bilang “Bacanya pelan – pelan, tenang dan nikmati saja bacaannya”. Atau bilang “Baca dengan tartil dan perlahan!” Awalnya agak bete karena sering mendapat teguran. Tapi setelah aku renungkan membaca dengan cepat memang membuat hafalanku sebelumnya memiliki beberapa kelemahan :
• Banyak hukum – hukum bacaan yang meleset dan kurang tepat.
• Mudah lupa.
• Kurang memperhatikan detil bacaan. Sehingga, setelah menghafal besoknya lupa bacaan ini dibacanya fathah atau kasroh. Ckckck ==”
• Mudah merasa stress
• Kesalahan bacaan “lost” dari penilaian ustadzahnya saat setoran. Ini bahaya, dan waktu itu pernah beberapa kali terjadi saat setoran.
• Kehilangan “asiknya” menghafal quran. sehingga menghafal lebih terasa seperti beban yang memberatkan hati dan menyakitkan pikiran.
• Kesulitan saat harus membaca tartil.
Buat aku yang baru belajar,,,,,,
Dengan tulisan singkat ini, aku ingin sedikit berbagi pengalaman dan membahas tentang kenapa sih membiasakan membaca atau murojaah Al Quran dengan perlahan, tenang, dan tartil menjadi satu bagian yang cukup penting dalam proses pembelajaran dan menghafal AlQuran. Khususnya bagi diriku yang baru – baru mulai belajar.. he.he.he
TARTIL !
Firman Allah : “Dan bacalah Al-Quran dengan tartil” (QS Muzammil : 4)
Membaca dengan tartil sendiri artinya membaca dengan lambat dan bertajwid yang sesuai dengan standar. Ketika masih dalam tahap perbaikan bacaan Al Quran (tahsin), mungkin sebagian besar kita masih konsisten mempraktekkan dengan baik tilawah dengan bacaan yang tartil ini. Dikarenakan membaca dengan tartil, merupakan sarana latihan untuk membiasakan lidah kita membaca setiap kata dalam al-Quran sesuai dengan tajwidnya baik dari segi makhrojul huruf, ghunnah ataupun panjang-pendek bacaan. Tapi, yang aku temukan, ketika masuk ke jenjang tahfidz, justru banyak yang mulai meninggalkan membaca Al-Quran dengan tartil ini. Padahal masuk ke jenjang tahfidz bukan berarti bacaan kita sudah sempurna. Justru meninggalkan bacaan tartil bisa saja dapat membuat kualitas bacaan kita menurun. Hukum – hukum tajwid yang baru saja bisa kita kuasai saat belajar tahsin, nyatanya tidak lebih dimantapkan saat dijenjang berikutnya, dapat saja membuat kita justru kembali lupa dan kesulitan saat harus kembali membaca bacaan dengan tartil dan sesuai standar hukum tajwid yang benar.
Tenang dan Perlahan !
Tenang itu sendiri berarti mempersiapkan diri kita untuk mengkondisikan pikiran dan hati kita dalam keadaan relax, lepas dari semua beban psikologis dan memusatkan segenap perhatian kepada AlQuran di saat sebelum memulai ataupun disaat membaca hafalan. Tenang berarti berkonsentrasi dan menghilangkan segala sesuatu selain al-Quran dari pikiran kita. Kondisi demikian akan membuat otak kita lebih mudah dalam melakukan tugasnya untuk menerima dan menyimpan informasi yang dalam hal ini adalah hafalan al-Quran, dibandingkan dengan apabila kita berada dalam kondisi sebaliknya. Ketika membaca dengan cepat cenderung lebih sulit untuk berkonsentrasi terutama bagi kita yang belum terbiasa dan belum punya banyak hafalan, dikarenakan otak kita diminta untuk menghadirkan atau juga merekam sekian banyak informasi (hafalan) dalam waktu yang singkat.. al hasil otak kita seperti dikejar “dateline”. Sedikit sedikit yang keluar “eeee,,, eee,,, eee,,,” hheee 
Sementara membaca dengan perlahan memberikan kesempatan bagi pikiran kita untuk merekam secara detil bacaan Quran yang akan dihafal. Disaat membaca dengan perlahan dan tartil kita dapat memfungsikan indra pendengaran kita dengan lebih optimal Sehingga hafalan yang terekam dapat lebih kuat.
Nikmati !
Penelitian membuktikan bahwa manusia cenderung lebih mudah mengingat sesuatu yang berkesan baginya. Faktor – faktor emosional yang terekam bersama informasi yang diterima otak akan cenderung lebih mudah disimpan. Contohnya biasanya kita lebih mudah mengingat hal – hal yang membuat kita senang atau sedih..
Nah ! disinilah fungsi kata nikmati. Artinya berusaha menghadirkan perasaan – perasaan nikmat, senang, tenggelam saat berinteraksi dengan al –Quran. Bila hati kita merasa nyaman dan tentram saat menghafal al-Quran, pikiran kita akan lebih terbuka dan al Quran akan mudah masuk kedalam pikiran dan juga hati kita. Selain juga merupakan mukjizat al-Quran yang Allah menjadikan rasa tentram, tenang dan nikmat dalam hati setiap mukmin yang membacanya atau berinteraksi dengannya.
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun” (Q.S Az Zumar : 23).
Membaca cepat, tergesa – gesa untuk segera bisa hafal, tidak fokus, pikiran yang menghafal dengan dikejar “dateline”, akan membuat kita kesulitan menghadirkan rasa nikmat.
Inilah segelintir pengalaman yang aku rasakan ketika menghafal alQuran. Akhir kata semuga tulisan singkat yang jauh dari sempurna ini bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang ingin belajar menghafal alQuran dan sedang mencari metode – metode yang tepat. 
Wallohu’alam bish showab...

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog