Ujian...

November 07, 2013

Tiba-tiba aku teringat ketika suatu hari aku datang ke tempat biasa  menyetorkan hafalan Alquran dengan perasaan berdebar-debar.. hari itu UTS (Ujian Tengah Semester). Aku memang merasa belum cukup maksimal dalam mempersiapkan ujian hafalan kali itu. Dan bersyukurnya kala itu Ustadz sedang berhalangan datang sehingga ujian diundur hingga pertemuan berikutnya..

Pertemuan hari itu diganti menjadi "try out" ujian hafalan yang dibimbing oleh seorang Ustadzah pengganti. Karena memang belum 100% persiapan yang ku miliki, aku jadi menjawab 5 pertanyaan beliau dengan sedikit terbata-bata dan ada bagian-bagian yang lupa. Aku membayangkan jika ujian jadi dilaksanakan hari itu bagaimana nasib nilai yang akan aku peroleh, pasti akan sangat mengecewakan..

Tetapi singkat cerita diakhir pertemuan, sang ustadzah memberi kami nasehat dan motivasi. Beliau mengatakan yang intinya kurang lebih "sesungguhnya kegagalan kita dalam ujian tidak akan mengurangi nilai pahala kita sedikitpun disisi Allah atas murojaah-murojaah Quran yang kita lakukan." Aku terperangah mendengar kata-katanya. Seolah-olah beliau tahu aku hanya rajin murojaah ketika hendak menghadapi ujian. Bahkan tiga jam sebelum pertemuan itu aku terus-menerus mengulang dua juz yang akan diujikan tanpa henti hingga membuat kepalaku serasa hampir koslet, lelah dan sudah tidak berkonsentrasi lagi saat menjawab pertanyaan-pertanyaan try out itu.

Selama ini angka-angka diatas kertas itu seolah menjadi sesuatu yang sangat penting bagiku sehingga membuatku lupa bahwa kegagalan atas ujian sama sekali tidak mengurangi nilai pahala kita disisi Allah. Bahwa nilai-nilai itu bukanlah tujuan utama dalam menghafal Alquran. Maka ketika kita mengikhlashkan diri untuk menghafal alQuran demi mencari ridha Allah, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk mengintensifkan murojaah hanya ketika ada ujian saja.
Akh,, sekarang juga sedang musim ujian di kampus.. semoga bisa.mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat ustadzah sebelumnya..

Disisi lain aku juga jadi teringat seorang sahabat yang begitu panik setiap menghadapi ujian. Mempersiapkan ujian dengan baik itu suatu keharusan. Tetapi mungkin bila kita mengatakan pada diri sendiri "sesungguhnya kegagalan dalam ujian tidak akan mengurangi nilai pahala kita sedikitpun disisi Allah atas usaha-usaha yang kita lakukan" akan lebih menenangkan. Ketika kita mengikhlashkan diri dalam menuntut ilmu karena Allah maka nilai-nilai itu bukanlah tujuan utama sekalipun nilai-nilai itu bisa menjadi ukuran seberapa paham kita terhadap suatu ilmu. Tetapi justru  ketika kita mengikhlashkan diri menuntut ilmu karena Allah, maka seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk berusaha memahamkan diri ketika menjelang ujian saja. Dan ketika kita mengikhlashkan diri menuntut ilmu karena Allah, maka sekalipun ketika segenap usaha telah kita kerahkan tetapi ternyata kita tetap gagal dalam ujian, maka  kita patut meyakini bahwa kegagalan kita dalam ujian sekali-kali tidak akan mengurangi nilai pahala kita sedikitpun disisi Allah atas usaha-usaha yang kita lakukan untuk memahamkan ilmu itu. Sehingga kegagalan tidak akan membuat kita putus asa dalam menuntut ilmu Allah.

Ujian bukanlah satu-satunya ukuran seberapa ilmu itu membawa cahaya dalam hati kita dan  manfaat dalam kehidupan kita. Karena ketika ilmu itu mampu membawa kita lebih dekat kepada Allah-lah yang menjadi ukuran ilmu itu bermanfaat bagi kita. Bukan semata-mata lulus ujian..
Dan satu lagi.. di saat kita mengikhlashkan diri menuntut ilmu karena Allah, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mencontek disaat ujian. Karena yang kita harapkan bagi kehidupan kita adalah Allah akan menjadikan ilmu yang kita pelajari itu cahaya yang menerangi hati dan fikiran kita, bukan hanya sekedar angka-angka..

#renungan untuk Ardhita Sekar#

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog