Mencintai, Seperti Ingin Dicintai..

January 13, 2014

Bismillah..

"لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه" (رواه البخاري و مسلم)

Selama ini banyak yang mengartikan hadits ini dengan "Tidak beriman salahseorang dr kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri".. sebenarnya artian ini kurang tepat. Karena bila dilihat dari susunan bahasanya, artian yang lebih tepat untuk hadits ini adalah "tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri" seolah-olah hadits ini berkata kepada kita "sebagaimana kau senang bila dirimu sndiri mndapat kesuksesan, kau pun harus senang melihat saudaramu mendapatkannya walaupun saat itu sukses belum kau raih"

Yaa, inilah hadits yang ingin saya tulis ulang untuk kembali mengajarkan dan mengingatkan saya akan indahnya makna bersaudara,..
Inilah nilai-nilai yang sesungguhnya diajarkan hadits ini, yang ingin saya ingat lekat-lekat.. bahwa tidak sempurna keimanan kita seblum kita mampu mencintai kebaikan yang menimpa saudara kita seperti kita mencintai bila kebaikan itu menimpa diri kita sendiri..
inilah nilai-nilai sesungguhnya yang diajarkan hadits ini bahwa didalam islam nilai-nilai keimanan sekali-kali tidak pernah sejalan dengan rasa dengki..
Inilah nilai-nilai sesungguhnya yang diajarkan hadits ini bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara, satu rasa, apa yang membahagiakan saudara kita sepatutnya membahagiakan kita dan apa yang menyakiti saudara kita sepatutnya menyakiti kita bukan sebaliknya.
Inilah nilai-nilai sesungguhnya yang diajarkan hadits ini bahwa dalam interaksi kita, patutnya kita memperlakukan saudara kita sebaik kita ingin diperlakukan. Karena sebagaimana dalam keadaan bersalah kita ingin dimaafkan, seperti itulah kita seharusnya memaafkan. Sebagaimana dalam keadaan alpa kita ingin dimaklumi, seperti itulah kita seharusnya memaklumi. Sebagaimana dalam keadaan sulit kita ingin ditolong, seperti itulah kita seharusnya menolong. Sebagaimana dalam hidup kita tak mau didzholimi, seperti itulah seharusnya kita tidak mendzholimi.. dan masih banyak lagi.. Allahu'alam.

Inilah nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam atas segenap ummatnya. Nilai-nilai sederhana yang terkadang tak sesederhana tulisan ketika berhadapan dengan realita. Nilai-nilai yang saya berdoa semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya agar kita semua khususnya saya mampu mengambil pelajaran darinya, menjalankannya dan menjadi hamba-hambaNya yang bersaudara.. indah didalam ukhuwah..

Allahu'alam bishshowab..
~renungan utk Ardhita Sekar~

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog