Cinta dan Cantik

April 10, 2015

"Bu sekar cantik.." dan aku senyum-senyum sendiri melihat coretan yang dibuat anak-anak di bukuku. Bukan pertama kalinya, pernah sekali mereka menulis besar-besar di papan tulis. Tulisan yang membuatku senyum-senyum sendiri, tapi bukan karena ke-geer-an lohh xixi..

Anak-anak kadang bilang "Ibu cantik deh", atau sesekali tiba-tiba aku menemukan coretan yang isinya "kakak cantik",, aku menulis ini bukan karena aku benar-benar merasa sok cantik. Yaa kalau bisa dibilang sih, wajahku biasa-biasa ajaa. Dibilang cantik juga enggak. Yaa standar-lah :)
Tapi aku menulis ini karena aku merasa kata-kata "cantik" itu adalah ungkapan cinta yang tulus dari mereka.. :')
Aku merasa karena mereka mencintaiku, maka mereka bilang aku cantik. Dan aku merasa karena mereka mencintaiku, maka mereka memandangku yang standar-standar aja ini sebagai sosok yang "cantik"..

Mungkin ini sama seperti pandangan kita kepada ibu ibu kita. Contohnya saja ibuku.. seandainya dibandingkan dengan artis-artis korea, atau pemain telenovela, atau miss universe yang katanya perempuan paling cantik di seantero bumi, yaa mungkin orang2 bakalan bisa dengan mudah menilai bahwa mereka jauh lebih cantik secara fisik. Tapi walaupun begitu, tetap saja buatku Ibu adalah perempuan paling caantiiiiiikk sedunia :D

Kecantikan yang dilihat dengan ketulusan hati dan cinta, bukan hanya pandangan mata..
Jadi cinta yang membuag cantik, bukan cantik yang membuat cinta.

Tapi di dunia ini juga udah populer banget ungkapan "dari mata turun ke hati". Yaa aku rasa bila menyangkut masalah cinta lawan jenis, itu adalah hal yang wajar. Aku jadi teringat salah satu ungkapan yang aku temukan dalam buku Salim A. Fillah. Ungkapan itu berbunyi "akhlaq baik seorang pria memanah wanita tepat pada jantung hatinya, seperti sebagaimana kecantikan seorang wanita memanah pria tepat pada kornea matanya"

Yaa itu hal yang wajar. Fitrah laki-laki menyukai kecantikan, sama kayak wanita juga sebaliknya. Dan itulah sebabnya juga kita diperintahkan untuk menundukan pandangan. Supaya kita gak mudah terkena 'panah-panah nyasar'.

Tapi -ini sama nih buat perempuan ataupun laki2-, bila lawan jenis mengaku cinta padamu hanya karena 'terpanah' kornea matanya ketika melihat rupamu, yaaa bisa dibilang itu cinta yang paling standar. Maksudnya yaa memang manusia gitu kan..
Kalau gak, mana mungkin gadis-gadis remaja diluar sana teriak-teriak histeris ketika melihat anggota boyband korea yang katanya 'good looking' karena sering ke salon dan pakai lipstik. :)

Jadi, aku rasa gak salah yang bilang kalau cinta berawal dari mata turun ke hati. Dan gak salah anggapan sebagian besar kita bahwa cantik yang membuat cinta..
Tapi cinta yang lebih tulus, jujur dan hangat mungkin justru mengawali perjalanannya dari hati dan lalu naik ke mata. Jadi cinta yang membuat cantik..

Lagipula ada ungkapan "beauty is not about the face, its about the light in heart" :)
Jadi cantik gak selalu soal seberapa langsing kita, seberapa putih dan mulus kulit kita.. tapi aku rasa ketika hati kita baik orang-orang akan tulus mencintai kita dan cinta akan menjadikan kita cantik..

Jàdi harus semangaaat, untuk terus memperbaiki diri dan hati kita..
Dan mudah2an ini bisa jadi pelajaran berharga untuk Ardhita Sekar.. :) *aamiin

Dan terimakasih buat anak-anak, ibu, juga orang-orang yang tulus sayang padaku. yang melihat aku yang biasa banged ini sebagai sosok cantik..
Kasih sayang dan cinta kalian membuatku merasa berarti..
And I honestly love you all too :*

You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog