Road to A Dream Wedding : Walimah Karena Allah

November 14, 2017

Assalaamualaikum everyone!

kali ini aku ingin sharing tentang momen walimah aku.

Jadi awalnya suami yang dulu masih calon suami menyampaikan kalau Mama (mama mertua) minta supaya acara walimatul ursy-nya digelar dengan konsep yg Syar'i dan titik tekan utamanya memisahkan antara tamu laki-laki dan perempuan untuk mnghindari ikhtilath. Beliau meminta pandanganku soal ini. Apakah aku siap atau tidak untuk menyelenggarakan walimah dengan konsep seperti ini.

Jujur dalam hati aku mau banget menyelenggarakan walimah dengan konsep ini dan sebenernya dari jauh-jauh hari udah berencana untuk mengusung konsep syari kalau suatu saat menikah. Apalagi momen pernikahan adalah momen yang sakral. Pernikahan mungkin akan jadi ibadah terlama yang dijalani seseorang. Jadi aku ingin membangunnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Dimulai dengan memilih calon dengan cara yang sebaik-baiknya (dengan ta'aruf) dan menjaga sebisa mungkin dari hal yang merusak kesucian (pacaran, berdua-duaan). Maka, aku juga ingin walimah ini diselenggarakan dengan cara yang sebaik-baiknya. Dengan cara yang lebih dekat kepada keridhoan Allah.

Harapannya dengan ikhtiar ini, Allah akan meridhoi pernikahan yang terjalin dan melimpahi pernikahan itu dengan keberkahan dari awal hingga akhirnya nanti.

Tapi yang jadi masalah, walimah model ini adalah sesuatu yang masih asing buat keluarga dan juga masyarakat di mana aku tinggal. Banyak juga yang berkomentar walimahan model ini ribet, apalagi kalau datang walimahan sama keluarga (suami dan anak-anak), ribet kalau dipisah-pisah. Udah gitu ditambah walimahan kan gak sesederhana akad aja, banyak kebudayaan dan adat istiadat yang biasanya mewarnai penyelenggaraan walimah. Dan ditambah walimah model syar'i juga mungkin memerlukan lebih banyak effort atau usaha untuk menyelenggarakannya.

Tapi yaa, sesuatu itu memang kadang butuh perjuangan dan pengorbanan (agak drama). kalau kita berniat baik karena Allah dan yakin, insyaaAllah Allah-lah yang akan memudahkan jalannya.

Dan alhamdulillaah, dengan izin Allah akhirnya walimah aku bisa berjalan dengan cukup lancar dengan konsep yang syar'i. Memang walimah ini mungkin bukan walimah paling 'perfect' atau paling syar'i dan gak ada kekuranganya. Tapi setidaknya walimah ini adalah bentuk ikhtiar kami supaya apa yang kami lakukan ini lebih dekat kepada Ridho Allah swt.

Aku menyelenggarakan walimah dua kali. Pertama di kediaman keluarga aku yang merupakan acara utama. Yang kedua di rumah keluarga suami semacam acara 'ngunduh mantu' gitu. Dan dua-duanya pakai konsep syar'i. Walau ada perbedaan dalam penyelenggaraanya.

Buat teman-teman yang mau menyelenggarakan walimah dengan konsep serupa, disini selain cerita aku juga mau kasih tips berdasarkan pengalaman aku. Jadi kalau teman-teman ingin menyelenggarakan walimah dengan konsep syar'i tapi mungkin terbentur dengan kendala yang aku hadapi kemarin, aku mau berbagi berdasarkan pengalaman yang udah aku alami, mudah2an bisa bermanfaat..

Dan satu lagi, aku gak akan sharing tentang adab-adab walimah, atau hal yang sejenis berdasarkan ilmu fiqh. Kalau itu, teman-teman bisa baca-baca dulu di buku-buku yang membahasnya supaya tahu juga secara utuh walimah yang syar'i itu seperti apa, adab-adabnya, sunnah-sunnahnya , dll (kalau aku dulu sebelum nikah dikasih pr baca buku Baarakallahu Laka-nya Salim A. Fillah :)).

Okey manteman.. berikut tips dari aku

1. Luruskan Niat
Niat yang lurus dan ikhlas adalah modal awal dari segala sesuatu termasuk penyelenggaraan walimah ini. Niat yang lurus karena Allah akan memberikan kita kekuatan lebih untuk menghadapi dan mengurai kendala-kendala ada.



2. Komunikasikan dengan Cara yang Baik kepada Keluarga
Pernikahan bukan cuma menyatukan dua insan, tapi juga dua keluarga, dua budaya, adat, tradisi dll. Bersyukurlah kalau didalam keluarga kamu memang sudah terbiasa dengan penyelenggaraan walimah konsep syar'i. Tapi, bagi yang belum seperti aku, maka diperlukan komunikasi yang baik dengan pihak keluarga (baik keluarga kita ataupun calon) tentang hal ini.

Apalagi walimahan seringkali dihiasi dengan adat dan kebudayaan masyarakat setempat atau adat dan kebudayaan daerah asal orangtua kita.

Orangtua tentu ingin penyelenggaraan walimah yang terbaik untuk anaknya, maka di sini penting untuk mendengarkan apa yang jadi keinginan mereka sebelum mengutarakan apa yang jadi keinginan kita.

Aku pribadi, ketika berbeda dengan orangtua akan berusaha mencari titik tengahnya. Prinsipku Islam agama yang pertengahan. Tidak ekstrim kanan, tidak juga ekstrim kiri. Artinya gak terlampau menurut, gak juga durhaka. Tapi mengkomunikasikan dengan baik keinginan masing-masing, apa harapan dan alasan kita serta orangtua dengan pilihan masing-masing lalu mencari titik temunya.

Sehingga keluarga juga akan tetap merasa keinginan dan harapannya terakomodir oleh kita. Jangan ragu untuk berkompromi, dan mencari 'win win solution' antara kita dengan keluarga.

Kalau aku dulu untuk acara di keluargaku mengkompromikannya dengan konsep pemisahan yang gak secara keseluruhan. Artinya laki-laki dan perempuan tidak benar-benar ada diruangan yang tertutup atau berbeda yang membuat mereka gak bisa melihat sama sekali. Tetapi hanya dibatasi oleh pagar pembatas antara tempat laki-laki dan perempuan. Dengan cara seperti itu, ikhtilath tetap bisa diminimalisir.

Karena kalau langsung dipisah keseluruhan. Benar-benar tertutup, tentu keluargaku gak akan siap. dan kalau kita 'kekeuh marekeuh' bahasa bojongnya, tentu yang ada bukannya walimahan bahagia malah walimahan yang berkonflik.

3. Find Your Dream Team
Niat sudah lurus, keluarga udah oke, sekarang tinggal cari tim sukses kita. Tim sukses di sini maksudnya panitua nikah, MUA, ataupun Wedding Organizer yang nantinya berperan penting dalam pelaksanaan walimah kita.

Karena syar'i nantinya bukan cuma soal pemisahan laki-laki dan perempuan yang mana butuh layout dan dekorasi khusus. Tapi juga termasuk dengan gaya busana yang akan kita kenakan dan bagaimana kita sebagai 'the bride tobe' akan dipoles 😁.

Supaya jangan sampai nanti melakukan cukur alis, pasang bulu mata, atau yang lain yang termasuk riasan terlarang. Juga model hijab yang akan kita kenakan agar tetap menutup dada. Tentu kita gak mau kan momen istimewa dan sakral sekali seumur hidup ini terwarnai dengan sesuatu yang mendatangkan ketidaksukaan Allah.

Maka, pastikan MUA yang kita pilih paham akan hal ini. Karna banyak juga kasus yang ingin menikah dengan konsep syari tapi memilih MUA yang tidak sesuai akhirnya cekcok ketika lagi di make up. Ditambah dalam beberapa kasus kadang ibu-ibu atau mbak-mbak MUA-nya ngotot maksa kita cukur alis, pasang bulu mata dll.

Bukannya kita sebagai pengantin gak ingin cantik, tapi berhias untuk kecantikan juga ada batasannya dr Allah swt kan.. buat apa cantik aja kalau gak berkah nanti 😂 mending cantik dan tetep berkah, ya khaan?
Masalah alis, bulu mata saya yakin itu mah tergantung sepintar2nya MUA mensiasati.

Nah, buat teman-teman yang kebingungan cari WO atau MUA syari yang sesuai budget, aku mau rekomendasiin WO yang kemarin terlibat dalam pernikahan aku.

Waktu walimah kemarin aku pakai WO dari Muthi'ah Wedding yg basecampnya di Bogor. Aku pribadi senang dengan hasil riasannya. Teteh-nya gak keberatan waktu kita minta di make up yang sederhana aja. Dan pastinya juga make upnya gak ribet, gak sampe berjam-jam, pilihan busananya syari dan tetehnya welcome banget. Harga juga bisa menyesuaikan budget kita.



Selain itu jangan ragu juga untuk sharing atau tanya-tanya sama yang sudah pernah pengalaman walimahan dengan konsep syari ini biar makin mantap.

4. Buat Konsep yang Matang
Tentukan dimana kita akan menikah. Di rumahkah atau di gedungkah?

Karena konsep syari ini memisahkan tamu laki-laki dan perempuan, maka kita harus memikirkan konsep layout yang terbaik. Bagaimana pelaminan pengantinnya, dimana pintu masuk laki-laki, dimana pintu masuk perempuan. Apakah pemisahannya keseluruhan, artinya yang benar-benar terpisah tertutup ruangannya sehingga pengantinnya pun dipisah atau hanya dipisahkan pagar saja.

Termasuk juga pembagian prasmanan dan stand-stand jajanan atau kudapan lain untuk laki-laki dan perempuan.

Nah, kalau kita memakai jasa WO, terutama WO yang mengusung konsep syari sebenernya gampang, kita tinggal ungkapin aja apa yang jadi keinginan kita. Biasanya mereka udah lebih paham dan bisa memberi gambaran/masukan untuk kita.

Tapi buat kamu yang mungkin nanti harus menyusun sendiri, atau memakai jasa WO yang belum terbiasa dengan konsep ini maka perlu dipersiapkan lebih matang konsep dari kita.

Aku sendiri, dulu ketika walimah yang pertama, konsepnya hanya dipisahkan pagar saja. Termasuk pelaminannya pun dipisah oleh pagar portable (eah portable) untuk memisahkan tamu laki-laki dan perempuan ketika menyalami pengantin. Dan pagarnya bisa sewaktu-waktu diangkat ketika foto keluarga

Jadi tamu laki-laki hanya menyalami mempelai laki-laki begitupun sebaliknya. Cuma tetap bisa melihat kedua pengantin, dan kedua pengantin tidak dipisah oleh hijab ataupun ruangan.

kurang lebih kayak gini layout kasarnya

maaf ya jelek banget gambarnya wkwkwk :)

Nah, konsep ini berbeda dengan konsep walimahan kedua ketika ngunduh mantu. Memang konsep yang kedua cuma syukuran aja, jadi gak ada meja prasmanan. Konsumsi dibagikan pakai box.

Kalau walimah yang kedua ini pemisahannya secara keseluruhan. laki-laki dan perempuan ada diruangan terpisah, termasuk pun pengantinnya. Waktu itu karena ndak ada prasmanan maka ruangannya cukup memanfaatkan halaman depan dan halaman belakang yang gak terlalu luas. Halaman depan untuk laki-laki dan halaman belakang untuk perempuan.

Pelaminan di masing-masing ruangan pun di buat untuk 3 orang aja : pengantin perempuan+ibu+ibu mertua dan pengantin laki-laki+ayah+ayah mertua.



Nah, kurang lebih itu sih tips dari aku. Lama-lama pegel juga nulisnya wkwkwk *berhari-hari gak kelar.

Tips tambahan, yakinlah dengan pilihan kita. Jika kita meniatkan menyelenggarakan walimah karena Allah, maka ya bismillaah jangan ragu-ragu. Walaupun mungkin agak gak familiar ditengah masyarakat.

Dan mungkin penyelenggaraan walimah syari ini terkesan butuh dana lebih ya. Karena harus menyediakan lahan yang lebih luas, dua meja prasmanan, dua stand jajanan, dll. Tapi sebenernya menyelenggarakan walimah itu gak perlu wah kok. 

Ada seorang teman yang memberi nasihat. Dia bilang kalau kita mengikuti keinginan kita, uang puluhan atau ratusan juta buat walimahan sekalipun pasti habis dan bahkan ada aja kurangya. Maka bersyukurlah dengan rezeki yang sudah Allah karuniakan dengan mengelola apa yang kita miliki dengan bijak.

Walimahan gak harus mewah, toh tujuan utamanya untuk mengumumkan kepada khalayak kalau kita kini telah berkeluarga. Supaya dikemudian hari kalau pas lagi jalan berduaan, bonceng-boncengan, nginep bareng gak ada lagi fitnah karena khalayak sudah tau itu pasangan halal kita.

pernikahan juga bukan akhir yang happy forever ever after kayak di film-film Disney. Pernikahan justru adalah awal. Perjalanan dan perjuangan kita baru saja di mulai dan masih banyak yang akan kita lalui.

Dan gak perlu ngikutin gengsi ya 😜 apalagi sekedar denger kata orang-orang aja. Imam Syafi'i aja pernah mengatakan kalau kita gak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Pasti ada aja kekurangannya. Tinggal kita memilih untuk memuaskan Allah swt. InsyaaAllah lebih berkah, dan biar Allah yang menjadikan semua baik untuk kita. 

Disaat apapun barakah itu membawakan kebahagiaan. Sebuah letup kebahagiaan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi  suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apapun masalah yang sedang membadai rumah tangga kita. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik – nitik. Barakah itu meyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah. ~Salim A. Fillah

So, buat para calon pengantin... mulailah perjalanan panjang ini dengan cara yang terbaik.. semoga keberkahan kelak selalu hadir dalam mahligai rumah tangga yang kita bangun karenaNya... :)


 when I was a happy grateful bride :)


beginilah tampilan pelaminan yang ada pager portablenya


efek baru ketemu langsung ke pelaminan *eah








You Might Also Like

0 komentar

Search This Blog